Pantat Besar Ibu Diminyaki

Saat itu sedang libur nasional, pacarku sedang kerja lembur dan dia sudah berangkat dari jam 7 pagi karena ada jadwal piket di kantornya. Link Bokep “hi chel”, katanya
“hallo kak” kujawab
“tinggal dimana”, tanyanya
“di ***** kak, kamu sendiri?”
“oh deket, aku tinggal di ****** ***”
“kenapa main ****** kak? karena sebelumnya akupun tidak berani memperlihatkan bagian sensitifku kepada lelaki selain pacarku. yauda sini kalau mau”, jawabku bercandaTanpa ada jeda, dia langsung menjawab,
“mau liat dong chel..”, pintanya sambil lagi-lagi memperlihatkan senyum malunya itu“hah? Iya..Pacarku yang beruntung, yang harus menerima bagaimanapun wanitanya, sehingga membuatnya nyaman meskipun dengan kekurangannya, terlebih pacarku tidak pernah mengomentari hal itu.Ku hanya bisa menjawab terima kasih ke Hendy, dan mencoba tidur dengan raut muka senang tapi juga malu.

Pantat Besar Ibu Diminyaki