Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Polos sekali. Bokep Family Mereka kemudian pergi ke tempat yang dituju. Astaga. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk lalu lalang. Orang-orang di jalan raya memang selalu lucu. Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Aku kini mulai bingung. Dingin kota ini makin terasa. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. Itu karena anak perempuan dalam mobil sedan itu terlihat ingin muntah, jadi dia membutuhkan kantong plastik hitam demi memuntahkan semua isi perutnya.




















