Dalam hati aku tersenyum dengan kalimat “ingin membantu..” yang diucapkannya. Aku lalu merangkul tubuhnya dan membaringkan tubuhnya di atas kasur. Film Porno Hari sudah menjelang malam ketika kami meninggalkan tempat itu. Aku menahan tangan Eksanti ketika dia mencoba untuk menurunkan tali bra-nya dari atas pundaknya. Aku benar-benar hampir tidak bisa menguasai birahiku saat itu. Lidahnya begitu agresif menanggapi permainan lidahku, sampai-sampai nafas kami berdua menjadi tersengal-sengal tidak beraturan.Sesaat kemudian, ciuman kami terhenti untuk menarik nafas, lalu kami mulai berpagutan lagi.. Hingga akhirnya.. “Makin pintar saja dia menggoyang”, batinku dalam hati. Aku hanya ingin memelukmu tanpa ada rasa takut, itu saja.




















