Sampai pada hari yang dinanti-nanti,sekali lagi Tia mendominasi ku. Aku hanya tersenyum dalam hati. Bokep Korea Tapi aku engga mau menculik Evi terrlalu lama..dasar pengecut !!. Ntar dicoba yah” Mulai pasang aksi lagi nih, pikirku. Dilain pihak, aku juga menyayangi Evi. Tapi sekali lagi, aku memang pengecut. Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Tiba-tiba aku menangkap sorot mata Evi yang begitu marah, menghujam di hadapanku. Evi hanya menggelengkan kepala, seolah tidak bersemangat menanggapi kehadiranku. Hingga suatu hari, aku dekat dengan seseorang bernama Evi. Aku dan Tia memilih untuk sembunyi di kamar. Dadaku bergemuruh kencang hingga sulit untuk menelan ludah. Hingga yang terakhir bra hitampun terlepas.Tak henti-hentinya Evi memandangi payudaraku yang terbilang lumayan besar.




















