Ternyata areal perkemahan sudah diterangi oleh beberapa lampu sorot yang cukup besar kekuatannya, yang sudah disiapkan oleh tim panitia yang telah mendahului kami ke sana satu hari sebelumnya. Alfa dan Pratiwi tertawa melihat perbuatan saya. Bokep Cina Sudah sampai?, Belum! Sesudah itu tangannya beralih ke punggung Alfa. Dan Pratiwi pun membalasnya. Sementara di bagian bawah, saya masih mempermainkan penis saya terus-menerus di dalam vaginanya, membuat Alfa kehilangan keseimbangan. “Kamu masih punya hutang lho sama gue”, kata Pratiwi mengingatkan saya. Sementara untuk meminta dampingan salah seorang panitia malu rasanya. Gue mau lihat”, sahut Alfa mendekati selangkangan saya. Ia ikut menjilat-jilati wajah Alfa seperti meminta bagian. Dengan tubuh sedikit letih akibat perjalanan yang cukup jauh, kami pun mendirikan tenda masing-masing dengan bimbingan beberapa orang panitia.




















