Dia pandai mijit kok, iya kan, Sayang?”Tanteku hanya tersenyum mendengar pujian dari pamanku. Bokep Tobrut Namun untuk bawahanku, biarlah hanya celana pendek ini saja. Ngantuk banget nih,” ujarku sambil tersenyum cengir.“Dasar kamu ah. Setelah beberapa saat, barulah ia membuka matanya tersebut.“Tante! Kurasakan kakiku yang paling nyeri di antara semuanya. Selesai mencuci muka dan gosok gigi, aku bergegas ke kamarku yang ada di lantai atas. Aku sontak langsung panik dan menutupi selangkanganku dengan handuk. Seperti biasa, masakan dari tanteku gak pernah mengecewakan. Menaiki tangga dengan perlahan sambil menahan sakit, akhirnya aku bisa sampai ke lantai atas dengan selamat.Sesampainya di kamarku, aku langsung mengganti kaos tidurku dengan kemeja yang formal.




















