Utuk-utuk anak cantik, mana senyumnya entar hilang loh cantiknya kalau nangis terus.” hiburku.“Minta maaf dulu.” rajuknya.“Iya maaf.”“Janji dulu gak akan marah-marah lagi.”“Iya janji.”“Mana jari kelingkingnya.” pintanya.Aku menurutinya dan mengaitkan jari kelingkingku dengan jari kelingkingnya.“Bram, aku laper.”“Iya, makan yok. Tuk… hallo kepala ada isinya gak? Bokep Crot A…A…Akkk…” aku mulai menyodorkan sendok yang sudah berisi nasi goreng lalu memintanya membuka mulut seperti layaknya seorang Ibu yang mau menyuapi anaknya makan.“Nyam… Nyam… Nyam…”“Dasar manja, sudah gede juga masih aja disuapin.” ocehku.“Biarin… Abisnya kamu jahat, aku dibikin nangis. Jangan kebanyakan minum yang manis-manis gak baik buat kesehatan! “Emang di mana konsernya?” aku memang adalah salah satu penggemar berat Ari Lasso.“Di Grandcity.” jawabnya. Mungkin bagi kalian para jomblo ngenes yang kegantengannya berada beberapa strip di bawahku dan setiap sebelum




















