“Aku…”
“Ssshhh,” jemari telunjuknya menempel di bibirku. Bokep SMA Tapi begini,” katanya seraya menurunkan lenganku yang terangkat. “Tunggu,” kataku, “aku tidak…”
“Sebaiknya cepat-cepat sebelum aku berubah pikiran.” Ia melepaskan genggamannya di tanganku. Ia menekan tubuhku hingga merapat ke tubuhnya. “Baiklah,” ucapnya, “ke sini. Semua yang sudah kulalui. Tapi begini,” katanya seraya menurunkan lenganku yang terangkat. Emosi dan nafsuku campur aduk. “Maaf, aku hanya menggoda.”
“Jangan lagi.”
“Tentu tidak,” sahutnya. Lalu tiba-tiba ia tertawa kecil. “Kurasa juga demikian. Kupikir, mungkin masih ada kesempatan bagiku memperbaiki keadaan sebelum ia turun dari mobilku. Jemarinya lalu mengelus batang kemaluanku. “Kamju sudah pernah melakukannya?”
“Uh, apa?




















