Kali ini dengan telapak tangan. Ah bodoh. Bokep India Ia hanya menampakkan diri separuh badan.“Mbak Wien.., aku mau makan dulu. Bicara apa? Atau mau gunting? Aku tidak berani menatap wajahnya. Lalu menyentuh Junior dengan sisi luar jari tangannya. Sengaja kuperlihatkan agar ia dapat melihatnya. Ia tidak melanjutkan kalimatnya.Aku tersenyum. Padahal, wajah wanita setengah baya yang di lehernya ada keringat sudah terbayang. Aku membayangkan dapat menjepitnya di sini. Tapi mengelap dengan handuk hangat sisa-sisa cream pijit yang masih menempel di tubuhku. Ah bodoh. Wien datang. Kalau potong rambut ya masuk ke tukang pangkas di pasar. Lihat saja ia sudah separuh berlutut mengarah pada Junior. Aku hanya ditinggali handuk kecil hangat. Tetapi eh.., diam-diam ia mencuri pandang ke arah juniorku.




















