Matanya teduh seperti danau dengan arus bawah yang kuat. Hah kupandang bapak dengan harapan beliau mau mengantarku ke stasiun kota Sidoarjo yang lebih besar dari stasiun Tanggul Angin. Bokep lupakan deh cowokmu, sebentar aja. Dia hanya memberikan hidayah, selanjutnya terserah kita mau menerimanya atau tidak. Di hotel, motel, rest room, toilet terminal atau bahkan di kursi penumpang bus? Aku melirik ke arahnya, menunggu apa yang akan dilakukannya. C O W O K! Aku terus berlari dan melompat masuk ke dalam kereta. Maka kukuatkan hatiku untuk melawan arus kenikmatan ini. Di dalam dirinya ada nafsu yang terus bergelora, takkan pernah mati. Semoga dari kisah aku ini, pembaca bisa mengambil hikmah dan hidayah. Tapi bagi yang menolak, celakalah dia. mau ya, aku tahu kamu sebenarnya mau.




















