Nampak ada perubahan besar pada Hawin. Betisnya mulus ditumbuhi bulu-bulu halus. Bokep Mom Dadaku mulai berdegup lagi. Lho, salon kan tempat umum. Sial. Sekali. Payudara itu dari jarak yang cukup dekat jelas membayang.Cukuplah kalau tanganku menyergapnya. Aku terlambat setengah jam.Padahal, wajah wanita setengah baya yang di lehernya ada keringat sudah terbayang. Ah segar. Hawin datang. Aku mengikutinya. Ayo. Masih melongo.“Itu jendelanya dirapetin dikit..,” katanya lagi.“Ini..?” kataku.“Ya itu.”Ya ampun, aku membayangkan suara itu berbisik di telingaku di atas ranjang yang putih. Aku pun segan memulai cerita.Dipijat seperti ini lebih nikmat diam meresapi remasan, sentuhan kulitnya. Lalu ngomong apa? Namun, tiba-tiba keberanianku hilang. Begini saja daripada repot-repot. Aku mengikutinya. Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aku. Keberuntungankah? Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh,




















