Kudorong sisi kiri tubuh Iswani sehingga membelakangiku dan sama-sama menghadap kesamping kanan. Bokeb “Melamun apa Tok”, tanya Iswani. Raguku benar-benar hilang dan tangannya semakin bebas bergerak. Usahaku yang kuat untuk kembali tidur tak membuahkan hasil. “Nggak apa-apa Mbak, cuma mikir kerjaan besok”, jawabku santai. Pasti yang tertarik adalah golongan hantu-hantu, hehehe..”, gurauku merubah raut muka sedihnya menjadi kemarahan. Kaki kirinya kuangkat sedikit keatas dan kuletakkan diata pinggulku sehingga batang kemaluanku yang telah mengeras dapat masuk dengan posisi miring. Berbaring nyaman, tubuh Iswani mulai bergoyang seirama dengan gerakanku.Seiring dengan goyangan tubuhnya, Iswani mendesah-desah, “Ssh.. Bagian-bagian yang telah terpilah-pilah itu kubaca lagi dengan lebih teliti dan menguraikan isinya didalam otakku sehingga terbentuklah sebuah bahan informasi yang berhubung-hubungan satu sama lainnya.




















