Tanpa sadar aku berjalan terlalu ke tengah. Jangan-jangan ada yang mengambilnya. Bokep Mama Siang itu ruang tengah sepi, Tante mungkin ada di kamarnya, kulihat pintunya sedikit terbuka. Aku tak sanggup lagi menunggu.Kulihat sekeliling meyakinkan situasi. Rasanya lain pula, tapi sama sedapnya! Kenapa aku ini? Tante membantu. Aku benar-benar beruntung mendapatkannya. Ada akal, diurut saja. Kalau meraba, pernah kubayangkan meremas dada Tante. Kamu..mikir, dong” katanya sambil terengah-engah.Ah, bodohnya aku. Menekan.Ia membuka kakinya. Dengan begini aku bisa meremas-remas tangannya sambil merasakan lembutnya paha. Kuperiksa keadaan sekeliling. Barangmu kerasnya luar biasa”
“GiMana caranya supaya saya bisa lama, Tante ?’
“Nanti kamu akan tahu sendiri”
“Ajarin saya ya, Tante”Tante tak menjawab. Hari-hari berikutnya tak ada kejadian istimewa.Rutin saja, sekolah, makan siang, nonton TV, sesekali melirik kaki Tante.




















