Diriku sangat penting baginja.Sarinem mendjawab seperlunya. Ia senantiasa mendengar dengan penuh perhatian.Seminggu kemudian ajah sembuh, la sudah lupa ‘kan penjakitnja. Bokep SMA Serangan kali ini tidak berapa bahaja. Beliau menatapku dan berkata„Di.am ! Semua yang hadir memeluk dan mentjiumku Sarinem pelajan rumah kami djirga mendjadi perhatian orang ramai.Sarinem menangis tersedu-sedu. Suasana rumah jang dulu sepi kini semakin sepi Kadang aku sering terbayang wadjah Ajah Terlebih-lebih bila aku duduk diudjung medja dikala makan pagi, seakan akan Ajah duduk didepanku sambil memegang koran.Sebulan kemudian Tanteku, Tante Nora datang dari Bandung. Tanteku tidak la tidak punja anak Tante seorang janda. Tetapi tidak djuga termasuk jang paling bodoh. Saat itu usiaku masih 10 tahun tapi ajah sering mengadjarkanku menelepon kekantor Suara sekertaris mendjavvab sambil tertawa Sekertaris ajah cantik menarik




















